Jenggot dan Ibnu Sina

Artikel Peserta Lomba Media BilHikmah
Penyelenggara: MediaMuslim.Info dan MediaMuslim.Org

Ditayangkan di Metro TV pada bulan ramadhan 1428H ini sebuah acara yang menampilkan beberapa tokoh yang menurut judulnya adalah wajah-wajah islam di Indonesia. Cendikiawan muslim dan tokoh-tokoh organisasi islam besar tampil menyampaikan perihal padangan mereka tentang islam di Indonesia.
Salah satu tokoh utama dari organisasi besar agama berkomentar “Saya setuju dengan salaf tapi bukan hanya penampakan saja berjenggot, saya akan setuju jika salaf yang bisa menampilkan tokoh2 seperti jaman kejayaan islam seperti Ibnu Sina, Imam Bukhari dll”, kurang lebih seperti itulah pernyataanya dan memang yang berkomentar tidak memelihara jenggot.

Yah…, memang itulah secara tidak langsung yang berkomentar menampilkan wajah islam di Indonesia, tokoh sek180px-avicenna2.jpgelas itu dengan komentarnya bisa terbayangkan apalagi strata masyarakat islam lainnya.

Setahu saya para tokoh2 besar islam salah satunya seperti Ibnu Sina memelihara jenggot ,

sungguh2kah berniat untuk mencapai jaman keemasan kembali jika jenggot saja masih di komentari?

Sudah ada belum yah organisasi masa islam yang punya program jelas untuk membentuk muslim yang sekelas tokoh2 seperti Ibnu Sina, Al-Biruni dll?

3 Tanggapan

  1. sekedar mo tambahin artikel tsb diatas :

    Sebagian Ulama mengatakan haram mencukur jenggot secara mutlak, sebagian yang lain boleh mencukur apabila melebihi genggaman tangan yang mereka berdalil dengan atsar Ibnu Umar.. Wallahu A’lam pendapat mana yang lebih rajih. Hanya saja ana lebih condong kepada pendapat yang membolehkan mencukur jika melebihi segenggam tangan dengan atsar dari Ibnu Umar.. Para Ulama menjelaskan bahwa atsar Ibnu Umar merupakan Ijma’ Sukuti dari para Sahabat karena tidak ada sahabat yang mengingkari atsar Ibnu Umar tersebut.. Wallahu A’lam..

    NB : Perhatikan bahwa yang diperbolehkan mencukur jenggot adalah apabila telah melebihi segenggam tangan, jika kurang dari itu maka haram hukumnya mencukurnya..

    Moderator:jazakallahu khairan khasiran

  2. Maksudnya mungkin gini mas, yang sesungguhnya perlu ditampakkan itu bukan penampilan fisik, tapi kemampuan fikir. Kalo orang masih terobsesi dengan penampilan fisik, akan susah untuk memikirkan hal lain, ilmu pengetahuan misalnya.
    Kalo ibnu Sina dulu berjenggot, mestinya karena pada waktu itu kebanyakan orang berjenggot (coba kita lihat gambar orang jaman dulu).
    Kenapa harus ada organisasi masa Islam untuk membentuk tokoh sekelas Ibnu Sina? Masing2 kita dikarunia kesempatan untuk itu…. Kerja keras & kemauan individu adalah kuncinya…kenapa harus menunggu adanya organisasi?
    Salam kenal

    Moderator:
    Salam kenal juga, terima kasih meluangkan waktunya.
    Sangat setuju sekali untuk memulai dari diri karena pada dasarnya yang akan dihisab adalah induvidu itu sendiri.
    Pada tulisan sederhana ini memang tidak dimaksudkan untuk menjabarkan tingkatan awal/mendasar spt itu karena beliau sudah diatas itu. Untuk berbicara di media seperti Metro TV seharusnya lebih mengutamakan komentar2 yang selevelnya sehingga umat ini lebih di ajak kearah yang lebih tinggi dan cerdas.

    Mengenai organisasi tidaklah sederhana pula untuk dijabarkan disini, mohon maaf mungkin lain tema.

    Memang jaman dulu pada berjenggot oleh karena itu kita disuruh cukur kumis untuk membedakan, mengenai jenggot saudara kita Abu Rifa sudah menambahkan dan saya pernah melihat blognya, insya’ Allah membantu memahami.

    Dalam surat Al-Baqarah juga telah disampaikan bahwa Allah tidak akan membebani kita melebihi yang kita mampu dan banyak sekali keringanan2 lain jika keadaan tidak memungkinkan. Jadi jika kita saat ini belumlah berjenggot dengan segala konsekuensi yang sebagian setuju/tidak, spt anda sampaikan kembalikanlah ke induvidu dan tidak perlulah mengomentari saudara2 kita yang dalam hal ini yakin dan setuju, cukuplah bagi kita mencari tahu lebih jauh apakah itu shaih atau lainnya. Jika kita berfikir dan yakin silahkan jika masih belum yah Allah maha tahu kita sudah berusaha.

    Dalam tema ini saya tidak berpanjang lebar mengenai jenggot, lebih ingin berfokus ke yang lebih lagi untuk membangun kecerdasan umat, sekali lagi mohon maaf.

  3. Comment dari mas “mydin” pada akhir kalimat sangatlah bijaksana sekali, di era yg spt ini dimana tidak sedikit orang yang mencermati keberadaan islam kita dengan banyak sudut pandang, jauh kepada melihat dari perbedaan-perbedaan saja yg di pergunjingkan masalah khilafiah ataupun lainnya bukan kepada kesamaan-kesamaan yg sudah ada di kita, alangkah jauh lebih tepat jika kita konsentrasikan pikiran dan tenaga kita untuk yg lebih dari itu semua, bukan saya menilai kurang baik jika kita melakukan hal tersebut cuma saya pikir ada masalah yang sangat jauh lebih penting lagi jika kita bisa fokuskan kepada bagaimana kita mengajak orang yg belum sholat menjadi sholat dan menjaga keluarga dan umat kita kepada pendangkalan aqidah….
    mohon maaf jika kurang berkenan

Tinggalkan Balasan