Laporan: Hj Dewi Mardiani
Jeddah-RoL–Mahkamah Tinggi Kerajaan Arab Saudi menetapkan puncak haji jatuh pada 18 Desember 2007. Penetapan itu dilakukan pada Senin (10/12) malam.
”Penetapannya jadi maju satu hari untuk puncak haji, yaitu wukuf di Arafahnya. Jadi, penetapan 1 Dzul Hijjah jatuh pada Ahad kemarin. Hari ini tanggal 2 Dzul Hijjah dan wukuf pada 8 Dzul Hijjah,” kata Duta Besar RI Untuk Kerajaan Arab Saudi dan Kesultanan Oman Salim Segaf Al Jufrie di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (11/12).
Dengan majunya hari wukuf di Arafah, sambung Salim, maka untuk Idul Adha-nya pun maju satu hari, yaitu pada 19 Desember. Untuk itu, berbagai persiapan untuk pelaksanaan ibadah di Arafah dan Mina pun harus dipercepat dengan jadwal yang padat.
Dikatakan Koordinator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ini, semua jadwal sudah tersusun dengan rapi. Jadi, semua rencana tinggal disesuaikan jadwal, hanya dipercepat saja.
Ada satu hal yang perlu dipikirkan adalah mengenai kepulangan jamaah Indonesia. Dengan majunya jadwal ibadah wukuf di Arafah, maka jadwal kwpulangan pun akan lebih awal satu hari.
”Antisipasinya adalah soal kepulangan jamaahnya akan maju. Untuk itu, kita perlu pikirkan masalah ini dan kita sudah siap dengan antisipasinya,” tambah Dubes lagi.
DIarsipkan di bawah: Agama
berarti kalo di sana sudah wukuf kita seharusnya sudah lebaran dung ya….wong patokan kita kan dari sana, bukannya melihat hilal, bukan kah begitu pak Moderator… ?
moderator:
Kalau masalah hari lebaran idul fitri masih ada peluang para ulama di Indonesia untuk mengemukakan pendapatnya dan berbeda.
Akan tetapi masalah idul adha ngak tahu saya para ulama berdasarkan apa?… karena apapun dasar pendapat para ulama jelas2 di Arab Saudi sebagai pemegang amanah langsung pelaksanaan haji dan menentukannya, apa mesti bikin sikap beda lagi dan dasarnya? wallahualam…