My Hope Indonesia

myhope.jpgWaspadai misi gereja di TV tgl 15 Desember 2007 jam 16.30-17.30, serentak di RCTI, TransTV, TVRI dengan judul ”My Hope Indonesia” diganti menjadi ”Sebuah Penantian”. Di India pernah diputar dengan judul yang sama dan berhasil menghipnotis jutaan penduduknya. Sebarkan keteman-teman muslim, jangan sampai kita terlena dengan acara itu

Sebuah Film berjudul “My Hope Indonesia” yang diganti judul ”Sebuah Penantian”.

Akan serentak diputar TANPA IKLAN pada,
RCTI : Sabtu, 15 Des 2007 pukul 16.30-17.30 WIB.
TVRI : Minggu, 16 Des 2007 pukul 15.00–16.00WIB.
Trans 7: Sabtu, 29 Des pukul 16.30–17.30 WIB.

Pemutaran film ini diprakarsai oleh Billy Graham Ministry (USA) Dengan sebuah program yang bernama MY HOPE WORLD TV EVANGELISM PROJECT.
Program ini diluncurkan pada th.2002 dengan target seluruh negara di dunia. Jumlah negara yang sudah tergabung adalah 20 negara termasuk Indonesia.
Billy Graham adalah salah seorang tokoh utama gerakan Zionis-Kristen AS yang dikenal sangat anti Islam dan pendukung fanatik gerakan Zionisme.

Billy Graham juga adalah ‘Bapak Ruhani’ Presiden AS George Walker Bush, di mana pada pertengahan 1980-an Bush, dikabarkan berhasil lepas dari pengaruh alkohol dan menjadi Kristen yang dilahirkan kembali.

Suatu peristiwa yang oleh Kristen radikal di AS disebut sebagai Reborn in Christ, tipuan komplotan Bush agar mendapat dukungan dari umat Kristen AS dan Barat.
Lebih lengkap klik situs ini: http://www.billygraham.org/IntlMin_WorldTVProject.asp

Sejak th.2002, lebih dari 8.854.000 orang telah murtad lewat program My Hope.
Lebih dari 3,1 juta orang kristen telah dilatih, dibiayai untuk menyebarkan ajaran Kristus.
Th 2007, My Hope Uruguay menayangkan program ini pada 27 – 29 September 2007, dan hasilnya 67.000 memutuskan mengikuti Kristus.
Th 2006, di INDIA. Program My Hope ditayangkan 2 kali, pertama hasilnya lebih dari satu juta orang. Kemudian My Hope India menayangkan dalam 14 bahasa lokal India yang disalurkan ke 28 kota di India, dan hasilnya lebih dari 2,7 juta orang memutuskan mengikuti Kristus.
Th 2006 Mexico. Lebih dari 19.000 gereja terlibat dalam training pastor untuk penyiaran. Dengan perkiraan lebih dari 2,5 juta orang menyaksikan program My Hope Mexico di TV, dan 479.000 orang memutuskan menjadi Kristen.
Th 2006 Philipina, lebih dari 21.000 gereja dan 115.000 rumah terlibat dalam persiapan penyiaran program ini, dan 563.000 orang memutuskan merubah hidupnya dengan mengikuti Kristus

Himbauan

  • Matikan TV selama acara berlangsung.
  • Kalaupun mau melihat tayangan tersebut hendaknya anak-anak atau sanak keluarga yang lain didampingi dan diberikan pemahaman bahwa, acara tersebut adalah salah satu upaya Kristanisasi. Dan tak akan berhenti umat Kristen dan Yahudi hingga Muslim mengikuti millah mereka, seperti Firman ALLAH dalam Surah Al-Baqarah : 120..

33 Tanggapan

  1. Sebetulnya tidak perlu sebagai muslim untuk berlebihan seperti tulisan diatas ok kalau kita lihat dengan hati yang bersih ini adlaah pemberitahuan agar berhati2 tapi jangan terdengar seperti ketakutan gini . Malah alhasil terkesan mendeskreditkan Islam dan Muslim sendiri. Islam itu adalah agama yang paling benar dari agama yang ada di Bumi ini dan agama yang disempurnakan. Nabi pun tidak takut untuk mendebat untuk itu dan begitu juga seharusnya Muslim para pengikutnya. komunikasi adalah hal penting dalam agama islam karena dari komunikasi itu dapat terjadi pengertian. tulisan ini malah menghambat kemajuan islam itu sendiri kok muslim ketakutan kehilangan imannya gara2 sebuah film kalau memang dia itu muslim, Allah akan menjaganya karena Muslim hakikatnya adalah Orang Yang berserah diri pada Allah. Jadi mari kita introspeksi diri akan hal ini. dan juga tulisan ini disisi lain malah akan menambah keingintahuan akan film itu sendiri ever think about it that way. so sebagai muslim jangan seperti orang gak punya pegangan gitu dong karena pegangan kita adalah Quran dan sunnah Rasul yang di jaga Oleh penguasa Langit dan Bumi masa takut sama some film ok thanks for reading semoga keselamatan berkat rahmat Allah SWT bersama mu

  2. soal film sebuah penantian sebaiknya disikapi dengan hati yang baik juga. kita sebagai seprang muslim memang perlu berhati-hati akan tanyangan seperti ini tp tidak perlu panik atau ketakutan. saya yakin umat islam bisa mengambil hikmah dari ini semua, jika kita benar-benar beriman kepada Allah aku yakin kita dapat bertahan dan tidak akan mudah terpengaruh oleh filam ini.

  3. Semua urusan di dunia itu pasti ada hikmahnya, karena Allah SWT tidak akan menjadikan sesuatu dengan sia-sia begitu saja, saya pikir hadapi saja dengan ‘biasa dan siaga’, tanpa perlu menciptakan suasana yang berlebihan, karena memang itulah yang sebenarnya mereka harapkan ’sebuah reaksi’, kalau perlu ‘reaksi berlebihan’, sebuah langkah strategis untuk menunjukkan kelemahan musuh, jadi kita jangan terpancing untuk itu, tunjukkan bahwa kita adalah agama besar yang mampu mengantisipasi setiap langkah. Semoga Allah SWT melindungi kita semua.

  4. Well, sepertinya memang banyak orang yang beragama Islam, tapi ternyata masih sangat sedikit yang memiliki keyakinan atas apa yang dianggapnya sebagai agama Islam tersebut.

    Termasuk aliran2 sesat yang berhasil mempengaruhi banyak umat Islam di Indonesia belakangan ini.

  5. jangan paranoid gitu ah…

    * nonton bareng yuk! :D *

  6. justru ini kaya iklan terselubung…. bikin orang pengen nonton.
    gw rasa ada pihak2 tertentu yg memanfaatkan situasi jd panas…
    soalnya satu sisi jgn suruh nonton, satu sisi lagi boleh nonton asal bla bla…….
    so pasti buat penasaran kan…..

    kl mau jgn nonton itu haram !!!

  7. Heheheee… Saya mencoba nggak tersinggung atas segala tuduhan yang masuk. Yang membuat saya heran cuma adalah adanya tuduhan hipnotis aja.

    Saya sendiri nggak (bisa) menonton karena nggak punya TV. Maklum mahasiswa. Tapi ya itulah, saya cuma ingin ada kedamaian antar umat beragama. :(

  8. kalau benar sejauh dan sedahsyat itu pengaruhnya ya nggak usah ditontonlah, tapi saya yakin kok umat islam Indonesia tak semudah itu di”murtad”kan.
    Dan secara nggak sengaja kita sudah menjadi bagian promosi yang makin bikin orang penasaran.
    Mari kita bentengi diri dan orang sekitar kita, santai sajalah nanti malah melebar kemana-mana

  9. Lha saya yang sering lihat acara tv tentang mualaf saja, tak secara otomatis ingin juga murtad kok.

    Nonton nggak ya? wah pada dasarnya saya gak suka sinetron. Jadi mending nonton liga jarum aja dah di channel lain, he he he

  10. @ Semuanya terutama nyang nulis

    Gak usah paranoid seperti inilah … orang islam terutama di indonesia juga gak bego2 amat, cuma gara2 nonton film my hope aja langsung murtad

    semakin di giniin semakin penasaran, semakin mau nonton! HA! gimana tuh?

  11. saya setuju dengan pendapat Djayawarman Alamprabu, tri dan teman2 lainnya.
    jangan takut!!

  12. pada dasarnya, televisi telah menjadi sarana publik. maka bila banyak kepentingan disana memang telah lumrah. sy lebih prefer memperkuat keimanan diri toh dunia ini tidak (belum)se-steril masjid.
    justru saat kita paranoid, maka malah memicu rasa penasaran bukan ?

  13. setahu saya, islam tidak mengajarkan tentang ras agama, tentang menghina agama lain, mencemoh agama lain, dan islam adalah agama yang menghormati agama lain
    dari tulisan anda, seakan akan anda menyalahkan umat agama lain,
    coba renungkan, wajar gak…..
    kita hidup di dunia ini tidak sendirian men, ada berbagai macam agama, dan yang seharusnya adalah kita saling menghormati antar umat beragama tersebut.
    terlepas dari acara tersebut, apakah pantas kita sebagai umat islam kemudian sekonyong konyong memberikan opini kepada publik mengenai acara tersebut,

    saya balik sekarang,

    apakah pernah orang dari agama lain menghina atau mencemoh acara “kita” setiap hari sekitar pukul 5 pagi (kuliah subuh).
    apakah pernah agama lain menghina “kita” pada waktu acara lagi bagus bagusnya kemudian langsung ada tulisan “saatnya adzan maghrib untuk daerah jakarta dan sekitarnya”.
    apakah pernah agama lain menghina “kita” saat kita acara idul fitri, idul adha, karena acara TV malahan serentak menayangkan acara “kita”
    cam kan itu baik baik

  14. Sudah sejak lama saya menangkap adanya gejala-gejala yang tidak beres dengan pola pikir pola sikap dan pola tindak yang menyangkut kehidupan beragama di masyarakat kita maupun masyarakat internasional. Salah satunya adalah adanya sikap yang cenderung paranoia ( kewaspadaan yang berlebihan ) dan phobia ( ketakutan yang tidak rasional ) yang justru terjadi pada kelompok yang mayoritas. Sebagai contoh, di Indonesia yang mayoritas muslim sering muncul ke permukaan kekawatiran adanya isu kristenisasi seperti dalam postingan di atas. Di Amerika dan beberapa negara barat yang mayoritas kristen sering muncul isu teroris yang menurut mereka terkait dengan orang muslim. Kalau yang cenderung bersikap paranoid itu kelompok minoritas, itu mungkin bisa dianggap wajar karena merasa kurang adanya jaminan keamanan dari kelompok mayoritas. Tapi kalau yang cenderung bersikap paranoid adalah justru kelompok mayoritas, menurut saya ( yang eksperimenter bonek ini ) merupakan gejala yang aneh dan menarik untuk diteliti dan dikaji lebih jauh ada apa dengan kelompok mayoritas ini.
    Menurut pendapat saya, terlalu absurd kalau seseorang bisa berpindah keyakinan begitu saja hanya karena menyaksikan sebuah film, sinetron, ceramah, ataupun kotbah yang durasinya mungkin sekitar 1-2 jam. Saya juga sering mendengarkan dan menonton di TV ceramah-ceramah agama seperti Zainudin MZ dan Aa Gym karena saya suka dan tidak pernah mau menonton acara kotbah/doa ( Kristen ) yang disiarkan RCTI karena saya tidak suka. Bahkan saya sudah dua kali mengikuti ceramahnya Aa Gym secara langsung dari dekat , yang kedua saya malah duduk hanya berjarak 2-3 meter di samping beliau. Tapi sampai saat ini saya tetap katholik dan tidak menjadi muslim. Jadi menurut saya, keyakinan adalah suatu pilihan pribadi masing-masing orang. Makanya di gereja katholik, tidak pernah ada larangan bagi umatnya untuk mendengar atau mengikuti caramah dari agama lain. Kalaupun ada umatnya yang pindah keyakinan juga tidak dihalang-halangi karena itu adalah pilihan pribadi. Sebaliknya jika ada orang lain yang akan menjadi katholik tidak akan bisa diterima secara instan begitu saja karena musti ada persiapan ( belajar dulu ) yang biasanya memerlukan waktu sekitar 3 bulan sampai 1 tahun. Sepanjang waktu tersebut, calon juga diberi kesempatan untuk memikirkan kembali dan menimbang-nimbang sebelum memutuskan untuk dibaptis dan resmi menjadi katholik. Kalau untuk agama Kristen, saya tidak tahu prosesnya seperti apa.
    Hal yang tidak masuk akal lainnnya adalah sering munculnya isu kristenisasi dengan iming-iming materi. Yang menjadi pertanyaan besarnya adalah, kalau seandainya itu benar lalu uangnya siapa yang dipakai dan motifnya apa. Ada yang mengatakan uangnya dari orang Amerika, pertanyaannya adalah sejak kapan orang Amerika peduli orang lain mau beragama atau tidak. Di negara mereka, orang atheis saja tidak dipermasalahkan, agama juga tidak diajarkan di sekolah kecuali sekolah agama karena negara sekular. Di negara Amerika dan sebagian besar negara barat lainnya, agama bukanlah isu penting bahkan ada sebagian masyarakatnya yang menganggapnya sebagai tahyul belaka. Banyak gereja-gereja di sana yang nyaris tutup karena umatnya tinggal orang-orang tua, pastornya juga sudah tua-tua susah cari pengganti karena anak mudanya tidak tertarik lagi menjadi pastor.
    Sebagai mantan pengurus gereja, saya juga tahu betul bahwa membina dan melayani umat yang ada saja sudah kewalahan, boro-boro mau nambah umat baru. Apalagi yang menyangkut dana, bukannya dapat bantuan tapi justru punya kewajiban untuk memberikan dana solidaritas yang akan digunakan untuk biaya orperasional keuskupan dan biaya operasional wilayah lain yang berkekurangan. Pada jaman dulu ketika masa-masa awal gereja di Indonesia, dana solidaritas semacam itu dikumpulkan umat di Eropa dan disalurkan ke gereja di Indonesia yang berkekurangan. Setelah gereja di Indonesia bisa mandiri, maka dana solidaritas hanya berasal dari sesama gereja di Indonesia dalam satu wilayah keuskupan saja. Dana-dana semacam itukah dan sering dimaksud dengan iming-iming materi oleh pihak lain, saya tidak tahu jawabannya.
    Terimakasih dan salam eksperimen.

  15. Kalo menurut saya biasa aja sih

    saya walaupun bukan muslim yang baik (sholat suka belangbentong) sering nonton kaya misi gereja.gak apa apa tuh.malah sehabis nonton yang kaya gitu.saya malah lebih mendekatkan diri kepada Allah jadi pengen shalat sunnah.

    jadi intinya mah asal bisa memahami isi dari acara itu dan maksud tujuannya ya gak masalah.asal jangan terpengaruh

  16. nggak usah mikir sejauh itulah. kalo takut ya jangan nonton. kalo penasaran ya nonton saja. mosok keyakinan seseorang cuma ditentukan oleh nonton pilem selama sejam. nggak masuk akal sama sekali.

    data yg mereka sajikan itu kan data mrk sendiri bukan data dari independent surveyor. sah-sah saja untuk bahan promo.

    gitu aja kok repot.

  17. [...] My Hope Indonesia [...]

  18. klo menurut w sih terserahorang tu aja,,,

    klo mo no ton y,,, silakan …

    ga da yang larang kan…

    semua tuh tergantung sama iman kita aja,,,

    ok,,,

  19. Bikin Tkt aja nih program Tv, kl misalnya kt masuk yg ky gituan, gimana? amit2 jambang bayi!!!!

  20. ayoo kuatkan iman dan cari ilmu yang benar, insya allah yang kaya gini ga mempengaruhi kita sebagai muslim…

  21. nonton….
    gak………
    nonton….
    gakk…….

    nonton ajah yukkk…!!!
    abizz penasaran sih,,,tapi scr ga lsg org2 yg ngasih tau ga usah nonton tv malah bikin qta penasaran mending diem ajach dech..lah wong rcti nya juga meneng wae,,,ga ada iklannya untuk nyuruh nonton gituan apalagi ngelarang
    so,,nanti sore mending ga usah ngudupin tv sama sekali en jgn bilang2 ma org rumah coz nanti mereka jadi penasaran juga
    OKEEEEE..!!!

  22. yg udah nonton dan non kristen, udah murtad?

  23. tidak ada yang bisa hentikan!gerakanNYA
    Jlu all

  24. Loh kok paranoid dan sensitif amat?

  25. udah nonton, tapi biasa aja, kayak sinetron lainnya ngak ada bedanya…
    Moderator:
    Tidak semua orang akan mengerti atau terpengaruh.. tapi buat sebagian lain sangat memungkinkan terpengaruh. Berfikirlah yang lebih luas untuk menbantu kepada saudara2 yang mungkin saat2 tertentu masih lemah atau belum berpengetahuan. Dunia ini penuh dengan skenario antara yang baik maupun yang buruk sampai suatu akhir masa.

  26. Pertanyaan usil saya :
    Sekarang ini, mungkin saja justru orang yang tidak beragama yang paling cinta damai. Soalnya yang paling suka menggasak, menggesek dan menggosok kan orang yang biasanya mengaku paling benar agamanya. Kalau begitu, bagaimana sih ciri-ciri orang yang benar di jaman ini, kok sepertinya jadi terbolak-balik gitu ?
    Moderator:
    Mas Paijo, semua warga Indonesia beragama… apa sampean ngak punya agama?… kepercayaan juga KTP-nya agama kerpercayaan, jadi sampean sedang membicarakan siapa?

  27. JANGAN ADA CLASH LAGI ANTAR UMAT BERAGAMA!!!!!! DAN KALAU MEMANG ACARA TERSEBUT BERBAHAYA, LEBIH BAIK JANGAN DITAYANGKAN!!!!!! TOH ITU HAL YANG MUDAH BUKAN??????

  28. Kamu anti banget kayaknya sama itu filem.
    Tapi kamu ga sadar sedang memberikan sanjungan bahwa betapa hebatnya filem itu.
    Terlepas buruk tidaknya menurut pandanganmu.
    Terus, kamu tidak sadar menulis kata kristus dengan huruf K besar didepan kata tersebut?
    Sebenarnya kamu memuja DIA !!
    Moderator:
    Bukannya tata cara penulisan Bahasa Indonesia sudah ada aturannya dan tidak ada hal spt pernyataan anda.
    Perlu anda pahami bahwa kami tidak diajarkan untuk mencemooh pihak lain apalagi menyerang, akan tetapi kami perlu mewaspadai dan mengingatkan tindak2an yang tidak fair dari pihak2 lain.

  29. Saya seorang pngikut Kristus. Kami tdk brfokus pada kristenisasi. Ini utk kalangan kami sndri agar bisa menjadi lebih dekat dg Tuhan. Masalah itu ditonton dg orang beragama lain, itu seharusnya menjadi pemikiran Anda. Jika anda memang sejati di Agama anda, silahkan pegang iman anda. Ini kebenaran bukan kristenisasi. Anda bisa memilih jalan utk mencari kebenaran. Sekian. Ass. Wr. Wb.

    Moderator:Mungkin anda sebagian dari orang2 yg tidak seperti itu, tapi ketahuilah sudah sangat2 terbukti banyak dari kalangan2 tertentu yang melakukan hal2 yg tidak fair

  30. Saya lebih bangga hidup dijaman dulu….
    karena jaman tersebut kehidupan antar umat bergama begitu kuat, begitu harmonis,,,,
    tapi knapa ya di jaman sekarang yang begitu modern itu semua hilang ya…
    bahkan semakin modern semakin terlihat semua kebobrokan warga negara ini?
    semakin banyak orang bodoh seperti anda,semakin banyak orang yang berpikiran seperti anda, semakin hancur lah nilai2 persatuan yang udah di bangun dari jaman sebelum dan sesudah kemerdekaan….
    Pantes aja bangsa asing menganggap sepele bangsa ini….
    Moderator:
    Silahkan baca sejarah lagi…dan sekarangpun nyata2 terjadi pembataian oleh siapa!!!…

    Brain wash bukan barang asing yang sering digunakan orang2 tertentu…..justru anda menyepelekan hal tersebut.

Tinggalkan Balasan