The rise, fall, and re-branding of a celebrity preacher (1)

Diterjemahkan oleh mydin dari : The rise, fall, and re-branding of a celebrity preacher
James B Hoesterey (jbhoesterey@wisc.edu ) is a PhD
candidate in the Department of Anthropology at the University of Wisconsin-Madison.

aagym1.gifKyai Haji Abdullah Gymnastiar, Penceramah televisi berkarisma yang dikenal dengan mesra sebagai Aa Gym, Merebut hati jutaan orang Indonesia dengan khotbah jenakanya, Mengenakan sorban dan menolong diri melalui pesan Manajemen Qolbu.

Beliau telah mengubah dirinya menjadi selibriti yang religi, Indonesia ikon, dan memiliki nama yang islami. Berjuta pemirsa menonton acara mingguannya di TV; Ratusan ribu yang mendatangi sekolah Islamiahnya; Dan politikus semua kecenderungan antri untuk foto bersana selama musim kampanye.

Pada tahun 2006, Beberapa partai politik dengan diam-diam membujuk Gymnastiar untuk terhitung bakal calon wakil presiden mereka pada 2009. Berdasarkan data polling mereka, Gymnastiar adalah yang sangat dinantikan oleh warga Indonesia, Dengan penilaian nasional sebanyak 91 persen yang melintasi pembagian
politik, ekonomi dan agama.
Penilaian ini melewati Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sekarang dan jauh melebihi ikon tokoh2 kondang Islam lainnya. Lalu, di puncak pemujaan khalayak umum, Gymnastiar mengambil jalan poligami, semua menjadi berubah.
Berpilu hati dan terkhianati, pengikutnya mengadakan perlawanan dan peristiwa menjadi skandal nasional. Acara Infotainmen dan majalah gunjingan mengedarkan cerita pengikut wanita yang mencabik gambarnya, Memboikot acara televisinya, dan membatalkan akhir pekan mendatangi sekolah Islamiahnya dan Komplek ‘Tour keagamaan’, Daarut Tauhiid (DT). Didesak oleh ratusan pesan teks protes, SBY memerintahkan tinjauan undang-undang perkawinan nasional. Gymnastiar kehilangn kontrak telivisi yang masih sisa; Unit perusahaannya mulai ambruk, dan DT menjadi kota mati.

Pemasar Rohani dan guru menolong diri
Sejumlah faktor menerangkan Gymnastiar menjadi terkenal. Merupakan kebangkitan kembali Islamiah di Indonesia (yang sudah ditandai oleh bertambah banyaknya pameran-pameran kesalehan), Urbanisasi, dan kenaikan kelas menengah Muslim. Bertepatan dengan itu, Aa Gym’s mengalami pertumbuhan keuntungan yang sudah dimudahkan dapat dilihat di televisi Islamiah yang memprogram, dan pengaruh berkembangnya pisikologi tentang menolong diri pada industri penerbitan Islamiah.

Aa Gym pemasar sekaligus selebriti religi, Indonesia ikon, dan Nama Islaminya

Sifat pribadi Gymnastiar, karisma yang tak terkira, dan pemasar yang cerdas membedakan dia dibanding pemimpin taat beragama populer lain. Dia berkhotbah pesan sederhana, menyajikan anekdot sehari-hari tentang interpretasi teologis yang lebih mendalam dan bisa memindahkan hadirin dari gelak tawa menjadi air mata. Dia mengetahui pasar agama, mengerti seluk beluknya, dan memasarkan sendiri sebagai guru menolong diri secara islam. Sintesis pemasaran dan pembiakan ini mengubah Manajemen Qolbu ke dalam merk tertentu, sorban ke dalam merek dagang dan Aa Gym ke dalam komoditas agama.

Gymnastiar melambangkan perubahan jauh dari bentuk tradisional kekuasaan agama di Indonesia. Sebagai contoh, Dia meminta pengikutnya untuk memanggil ‘Aa Gym’ (Saudara tua Gym). Ketika penceramah TV muda Yusuf Mansur dengan hormat merujuk pada Gymnastiar sebagai ‘Pak Kyai’ (Panggilan di jawa yang di gunakan untuk seorang pimpinan agama, sarjana dan guru) selama pembicaraan di TV, Gymnastiar membalas dengan berkata, ‘Saya’ hanya seorang ‘Aa’, Saya bahkan belum seorang ustadz(Guru Agama).’

Tamsilan seorang pengkhotbah sederhana ini sedikit dengan bandingan orang Indonesia yang biasa muncul pada jajaran penduduk yang islami: Orang Muslim perkotaan profesional dengan pendidikan agama tradisional yang minimal. Tamsilan umum dirinya juga mengajak berkembang ke agama dengan arah menolong diri yang menginginkan keberhasilan baik hidup sekarang maupun alam baka nanti.

Biografi VCDnya memilihnya sebagai modern ulama (agama sarjana) yang mengelola beberapa perusahaan. Menyelami langit bersama angkatan perang istimewa Indonesia, dan terbang dengan jet pesawat tempur angkatan perang udara, dalam keadaan mengenakan sorban. Ceramah Gymnastiar gaya bergantian antara cerita masa sulitnya sendiri sampai keberhasilan kekayaan dan tips bagaimana membangun keluarga sakinah(keluarga harmonis).
Gymnastiar memperkembangkan akronim MQ untuk pribadi dan keberhasilan perusahaan (3 M’s, 5 S’s, 7B’s untuk menjadi beberapa kata), berharap mencapai pasar profesional perkotaan. Pada saat yang sama kepada para wanita mayoritasnya yang menyusul (yang terdiri dari sekitar 75 persen di khotbah yang mana pun)

Gymnastiar menjadi fantasi keselarasan keluarga dan yang dapat di ikuti dalam menjalankan agama.. Pendekatan ini memperkuat tempatknya di pasar televisi siaran tentang menolong diri yang berkembang secara kilat, penerbitan buku dan pelatihan korporasi. Gymnastiar mengubah keyakinan umum melalui gayanya untuk memilik kekuasaan yang bermoral dan bisnis menolong diri yang hebat. Ini akan terbukti menjadi pedang yang bermata dua.

Poligami dan alasan moral
Kepopuleran Gymnastiar jatuh terjerambab setelah berita bahwa dia sudah memiliki istri kedua. Kontrak televisi di tarik, perusahannya menderita, dan pengunjung ke Daarut Tauhiid turun hingga melebihi 80 persen. Laporan media dan acara infotainmen membandingkan Gymnastiar dengan yang lain yang juga jatuh setelah perkawinan poligami.Orang Indonesia memutuskan menolak poligami. Sebuah survei belakangan ini (tidak berhubungan dengan kasus Gymnastiar) menunjukan bahwa kira-kira 75 persen wanita Indonesian dan 50 persen pria Indonesian tidak setuju dengan praktek ini. Kebencian rakyat kebanyakan untuk poligami yang bukan hanya mengenai Gymnastiar melainkan wawasan statistika ini lebih kedalam mengapa pemimpin muslim lain yang mempraktekan poligami tidak mengalami umpatan umum seperti ini.

Riset saya menunjukan bahwa ketidak setujuan publik dengan Aa Gym tidak berhubungan dengan konflik interpertasi dari pengajaran Al-Qur’an mengenai poligami. Kenyataan, kebanyakan hampir semua dua ratus lebih orang yang saya wawancarai mengetahui dibolehkannya poligami di dalam islam. Agak aneh, perlawanan untuk kebanyakan sebagian yang berhubungan dengan tamsilan umum yang tertanam oleh Aa Gym sendiri dan sampai fakta bahwa dia adalah seorang tokoh umum.

Bagi pengikut2 wanita, poligami Aa Gym’s tidak konsisten dengan gambaran seorang suami berbudi luhur sebagai kepala rumah tangga yang sakinah. Bagi mereka, pesan2 yang disampaikannya pada ceramah2 tidak konsisten dengan tindakannya. Sebaliknya, kebanyakan pengikut Aa Gym yang pria tidak mengutuk keputusannya(bahkan mereka berfantasi Aa Gym sebagai model pria). Mereka lebih menerangkan perlawanan di syarat-syarat statusnya sebagai seorang tokoh terkemuka. Isunya bukan poligami secara umum tapi khusus pada poligami Aa Gym.

Mengecap Ulang
Bangkit Kembali Beberapa bulan belakangan ini, Gymnastiar sedang memusatkan perhatian kepada dirinya, mengevaluasi produk religinya, dan menegaskan kembali kekuasaan morilnya. Pemikiran skeptis umum karirnya telah berakhir, tetapi kegembiraan Gymnastiar, kecerdasan pemasaran dan pengertian pasar agama Indonesia sebaiknya jangan di pandang sebelah mata

‘Jika seorang sales pintar dalam memasarkan, dia akan bisa menjual walau durian busuk. Dengan kata lain, jika orang tsb tidak tahu bagaimana menjual dengan benar, bahkan durian baguspun tidak akan mampu dijual.’ – Aa Gym.

Walaupun beberapa businessnya menderita kerugian, perusahaan penerbitannya membuat rekor keuntungan buku pertolongan diri yang tidak ada hubungan dengan cap pribadinya. Sebulan setelah skandal, wanita-wanita yang telah merobek potretnya mulai berdatangan kembali mengisi mesjid nasional Indonesia, Mesid Istiqlal, untuk ceramah2nya; korporasi utama melanjutkan menanamkan modal pelatihan karyawan di MQ; dan para pembesar televisi sedang mempertimbangkan penawaran kontrak baru untuk Ramadhan….(berlanjut ke-2)

3 Tanggapan

  1. [...] Artikel terjemahan: The rise, fall, and re-branding of a celebrity preacher [...]

Tinggalkan Balasan