Bercita-cita untuk memiliki rumah idaman di dunia ini tidaklah salah tapi sudahkah bercita-cita mendapatkan rumah di Surga. Mahalnya harga rumah tidak membuat orang berhenti usaha dengan bekerja, berbisnis siang dan malam agar mampu membelinya namun bagaimana halnya untuk mendapatkan rumah di surga sudahkah di usahakan atau dijadikan sampingan saja?
Mengapa saya bertanya seperti ini karena untuk mendapatkan tiket masuk surga saja sudah jauh lebih mahal. Simaklah ayat di bawah ini mengapa surga itu mahal;
Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, pada hal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu ? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ” Bilakah datangnya pertolongan Allah ? ” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqarah: 214)
Cobaan yang di alami para nabi dan syuhada mulai dari caci maki, pengusiran, bentrokan, di penjara hingga harus mengorbankan nyawa. Adakah orang2 kaya di dunia ini yang mampu membayarnya dengan materi dunia yang mereka miliki sekarang ini?
Lalu bagaimana dengan diri kita, apakah masih tetap berdiam menikmati apa yang kita sudah miliki dan ketenangan bersama keluarga sementara kita sudah tahu bahwa dunia ini fana sedangkan surga kekal selamanya . Tak terusikah hati kita untuk berjuang dan berdakwah untuk meraih surga?
DIarsipkan di bawah: Agama | Tagged: Cinta Dunia, Dakwah, Islam